Skip to content

Wisnu IS Not Unix

Linux | Open Source | Ubuntu | Algorithm | Logic | Network | IT | Articles

Sebuah kota di sudut barat daya jawa tengah. Ada kenangan di kota ini, ketika bapak masih ada dan dulu sempat bertugas disini. Perjalanan Semarang-Purbalingga tidak terlalu macet, semua aman terkendali dan relatif lancar hingga dalam 5 jam si novi sudah tiba disini.

Semangat pagi masih tersisa ketika aku tiba di Purbalingga, meski sudah jam 8 malam dan habis nyetir jauh, tak menyurutkan niatku untuk melaksanakan “one day service” problem yang ada di lokasi. Dan dalam waktu 1 jam, masalah solved. Nginep deh di salah satu hotel terkemuka di Purbalingga. continue reading…

Aku belakangan melihat di berbagai media, entah display picture BBM, avatar social media, hingga posting2 di berbagai forum ada tagline
“menantu ideal pegawai pajak” atau “menantu ideal adalah fotografer” ada juga “menantu ideal mahasiswa univ X”
Banyak orang membanggakan diri mereka, memamerkan keberhasilan mereka mencapai suatu “status”
Sekali lagi disini yang kita bicarakan adalah status.
Saya pada posting ini sengaja mencibir status-status tersebut. Kalo memang pegawai pajak, so what? Kalo memang fotografer, so what? Kalo memang mahasiswa univ X so what?
Apa yang bisa dibanggakan dari sebuah status??
Itu hanya pencapaian semu. Meski melalui masa seleksi, tapi status itu bukan hasil. Bahkan status itu bukan proses, melainkan baru awal saja, baru pembuka dari keseluruhan proses yang masih sangat panjang.
Jangan bangga dengan status…
Jangan sekali-sekali…
Banggalah dengan prestasi…
Aku lho sekolah di smu 3 semarang biasa aja, tapi aku pernah menyelamatkan panji merah putih pada 14 agustus 2002, dan aku bangga akan hal itu
Aku alumni elektro Undip, meski passing grade tinggi aku gk memamerkan itu. Tapi aku berhasil mengembangkan sistem Ujian Mahasiswa baru online dengan pembayaran otomatis terintegrasi dengan multi payment di Bank Mandiri, itu baru boleh bangga. Aku juga berhasil mengembangkan kelas virtual terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademis, wajar kan kalo aku bangga akan hal itu.
Aku bukan PNS, aku bukan Taruna, aku engineer di Lintasarta, bagiku itu biasa saja.
Namun aku bisa menguasai infrastruktur IT disana, melakukan berbagai perbaikan, menjalankan beberapa tugas fungsional sekaligus, dan bahkan ketika resign, perusahaan mencari kandidat pengganti 2 orang alumni UI dan 1 alumni ITS hanya untuk menggantikan 1 orang alumni Undip.
Sekarang apa lagi yang kamu sombongkan??
Gk peduli apapun statusmu, kapasitas, kredibilitas, kualitas, itulah dirimu sebenarnya…
Mengutip kata-kata Ir. Sulasno
“yang kamu bentuk adalah personal guarantee, bagaimana namamu cukup sebagai penjamin. Bukan gelar atau pangkatmu”

Didedikasikan pada bapak Ir. Sulasno, salah satu tokoh yang telah membentuk diri saya dengan tiga motonya
*jujur
*disiplin
*kerja keras

Mimpi

Sep 24

Pirate-ShipTerjaga aku dalam mimpi
Diantara remangnya selimut malam
Sepoi angin menyibak tirai kemuning
Mengintip dibalik awan tipis

Sedikit ragu kubuka mata ini
Sejurus kuregang semua penat
Kutanggalkan jubah dan mahkotaku
Kusarungkan pedang dan panji

Masih terdengar hiruk pikuk para saudagar
Berebut muatan kapal yang baru saja bersandar
Mengais sutera dan periuk
Berbekal peti-peti kayu yang mulai lapuk

Dari kejauhan kulihat dirimu
Melangkah pada titian menuruni kapal
Melihat dunia di sekitarmu
Satu bandar yang mungkin baru kau kenal

Tampak penat di wajahmu
Entah berapa samudra telah kau arungi
Menentang ombak dan badai
Berlabuh dari satu bandar ke bandar lain

Seketika angin berhembus kencang
Ombak datang bergulung-gulung
Menggoyang kapal-kapal yang sedang berlabuh
Menerbangkan surban dan cadarmu

Rambutmu terurai
Tampak olehku mata indahmu

Terpaku diriku menatapmu
Terdiam membisu di sudut jendela
Hingga kusadari surbanmu melayang ke arahku
Tertambat diantara jala-jala yang kurajut sore tadi

Setengah berlari ku melompati jendela
Bergegas meraih surban putihmu yang mulai usang
Sebelum angin menerbangkannya lagi

Tertegun aku sejenak
Kutatap surban yang sudah agak usang di genggamanku
Ada aroma lautan yang khas tercium disana
Aroma yang tak pernah kutemui di pantai ini

Terperanjat aku mendapatimu berdiri di sampingku
Paras cantik dan rambut indah yang tadi kulihat dari kejauhan kini ada dihadapanku
Berdiri mengamatiku penuh tanya

Kusodorkan surban ditanganku
Dan kulihat senyum manismu
Dan kudengar sebait kata terimakasih

Kau kembali ke kapalmu
Aku masih terdiam disitu

… .- .-.. .- — | .–. .-. .- — ..- -.- .-

– . -. -.– .- — -… ..- – | …. .- .-. .. | .–. .-. .- — ..- -.- .- | -.– .- -. –. | .— .- – ..- …. | …. .- .-. .. | .. -. .. –..– | … .- -.– .- | …. . -. -.. .- -.- | — . -. –. …. .. — -… .- ..- | -.- . .–. .- -.. .- | .–. .- .-. .- | –. . -. . .-. .- … .. | — ..- -.. .- | -.– .- -. –. | — . -. ..- .-. ..- – | … .- -.– .- | — ..- .-.. .- .. | …. .. .-.. .- -. –. | .— .. .– .- | -.- . .–. .-. .- — ..- -.- .- .- -. -. -.– .- .-.-.- | … .- -.– .- | .. -. –. .. -. | — . -. –. .. -. –. .- – -.- .- -. | -.- . — -… .- .-.. .. | -… . – .- .–. .- | .. -. -.. .- …. -. -.– .- | -.. ..- -. .. .- | -.- . .–. .-. .- — ..- -.- .- .- -. .-.-.- | -… .- .-. . – | -.. .- -. | …. .- … -.. ..- -.- | .–. . .-. -. .- …. | — . -. .— .- -.. .. | .- – .-. .. -… ..- – | -.- . -… .- -. –. –. .- .- -. .-.-.- | .. -. -.. .- …. -. -.– .- | -… . .-. -… .- .-. .. … | .-. .- .–. .. | .–. . -. ..- …. | … . — .- -. –. .- – –..– | -… .- –. .- .. — .- -. .- | — . -. -.– ..- … ..- -. | -… .- -. –. ..- -. .- -. -….- -… .- -. –. ..- -. .- -. | … . -.. . .-. …. .- -. .- | …. .- -. -.– .- | -… . .-. — — -.. .- .-.. | – — -. –. -.- .- – | -.. .- -. | – .- .-.. .. –..– | …. .. -. –. –. .- | … .- .-.. .. -. –. | -… . .-. -.- — — ..- -. .. -.- .- … .. | -.. . -. –. .- -. | … . — .- .–. …. — .-. . | -.. .- -. | — — .-. … . | .- -. – .- .-. | -.. ..- .- | – . — .–. .- – | -.– .- -. –. | .— .- ..- …. .-.-.- | -.. .. … .. -. .. | -.- .. – .- | -… . .-.. .- .— .- .-. | -.- . .-. .— .- … .- — .- –..– | … . – .. .- | -.- .- .– .- -. –..– | .–. . -.. ..- .-.. .. | .–. .- -.. .- | .-.. .. -. –. -.- ..- -. –. .- -. –..– | -.. .- -. | – .- -.- | -.- . – .. -. –. –. .- .-.. .- -. | -… .- –. .- .. — .- -. .- | -… . .-. – .- …. .- -. | …. .. -.. ..- .–. | — . -. –. …. .- -.. .- .–. .. | ..- .— .. .- -. | -.. .- -. | -.-. — -… .- .- -. .-.-.- | … . — — –. .- | … . — .- -. –. .- – | -.- . .–. .-. .- — ..- -.- .- .- -. | – .. -.. .- -.- | .–. . .-. -. .- …. | …. .. .-.. .- -. –. | -.. .- .-. .. | -… ..- — .. | .. -. -.. — -. . … .. .-

… . .-.. .- — .- – | …. .- .-. .. | .–. .-. .- — ..- -.- .-

terinspirasi oleh sebuah video di youtube aku tertarik untuk menambah seri definisi matematis terhadap hal sederhana di sekitar kita setelah part 1 dan part 2 terbit pada blog ini sebelumnya. Pada edisi kali ini aku coba mengkalkulasi jumlah air yang mengenai balok bila balok tersebut bergerak menembus hujan dari satu titik ke titik yang lain. Kasus yang sama dengan video tersebut, namun dengan pendekatan yang berbeda. Mungkin untuk lebih jelasnya kita lihat dahulu cuplikan berikut.
continue reading…

solar-systemSetelah sebelumnya membahas definisi matematis tentang lintasan pentil ban sepeda akhirnya terinspirasi untuk mendefinisikan hal lain di dunia ini. Kemarin terpikir di angan-anganku tentang lintasan orbit. karena perhitungan elips cukup sulit, kita gunakan penyederhanaan dengan asumsi lintasannya berbentuk lingkaran, dan orbit kita sederhanakan juga ke dalam bidang datar dua dimensi.
Seperti biasa kita bagi posisi benda ruang angkasa kedalam dua komponen (karena kita menggunakan permodelan pada bidang datar) kedua komponen tersebut absis dan ordinat, yaitu X dan Y. Kita ambil contoh misal satelit A mengelilingi planet B dengan kecepatan sudut Va dan jarak (jari-jari orbit) P, posisi satelit A kita nyatakan dalam Xa dan Ya, maka posisi satelit A relatif terhadap kedudukan planet B dinyatakan terhadap waktu sebagai berikut continue reading…

model-pngSedang mencoba memahami penambahan fitur-fitur di profil facebook, kita mengisikan data dulu dengan sembarang isian dan dibatasi dengan koma. Bagaimana bisa tiba-tiba data itu menjadi list beberapa item? continue reading…

karangmentari fajar membangunkanku
memijit kelopak mata berselimut embun
meninggalkan kecupan selamat pagi di keningku

sayup-sayup semakin jelas kudengar
hembusan ombak dan percikan buih tidak begitu jauh
menyisir karang dan hamparan pasir
mengurai debu mengais mutiara diantara bebatuan continue reading…

ponsel-chinaMengamati fenomena belakangan mengenai gelang kesehatan yang katanya palsu, saya tertarik untuk mengupas apa sebenarnya makna dari kata palsu tersebut. Memang bagi subjek yang mengemukakan sesuatu, tuduhan palsu sangatlah menyakitkan, apalagi dalam urusan bisnis, akan sangat mengganggu prospek masa depan baik di sisi hubungan dengan suplier maupun dengan customer. continue reading…

sunrisedua sisi kelopak mata

mentari perlahan semakin tinggi
menebarkan sinarnya dari balik pepohonan
menorehkan bercak-bercak cahaya pada tanah dan bebatuan di sekitarku
membentuk lekuk bayang dedaunan dan ranting continue reading…