May 31

Ruame bo’ bejibun orang. Mungkin karena usia Ubuntu-Semarang yang sudah setahun lebih, jadi mulai dikenal masyarakat seputar semarang. Acara dimulai tanpa aku, maklum pembekalan KKN dulu. Setelah ijin, bla..bla.. aku langsung mluncur ke TKP yang notabene masih satu lingkungan, sama2 di MIPA. Langsung aja aku gelar ni laptop, buat user baru, setting2 Compiz dikit, trus pasang deh di stand desktop dan aplikasi…

Seminar sedikit garink dan hambar (nggak tau karena pembicaranya atau pesertanya) aku malah asik ngobrol ama Mr Slam, rekan dari Ubuntu-Semarang, dan tak lama kami memutuskan turun kebawah untuk ngutak-atik laptop lagi. Di belakang kami bertemu Pak Kusir yang mengendalikan Jaran

Trus turun deh bertiga, sempat foto-foto juga ama Pak Kusir pake cheese, dan nih hasilnya…

Foto Bareng Pak Kusir

Trus Mr Slam nggak lama pulang, anaknya sudah merengek2 minta jalan2 hehehe… Sambil agak berat, soale mas Dedi yang dinanti-nanti tak kunjung datang. Eh tak lama, mas Ropix angkat mic dan memperkenalkan mas Dedi yang lalu mengisi workshop tentang Ubuntu. Sejarah Ubuntu-Semarang dengan background slide show foto2 ngobar di berbagai tempat membawa rasa kekeluargaan Ubuntu-Semarang yang cukup kental ke para peserta. Suasana hening seketika, mereka terpesona dengan kata demi kata yang terlontarkan dari bibir mas Dedi. Keren… cuman itu satu2nya kata yang tepat buat mas Dedi…

Mas Dedi

Workshop tak berlangsung lama, tak banyak pertanyaan dan komentar terlontar dari peserta. Kebanyakan terpana sama omongan2 mas Dedi…

Akhirnya, seperti acara2 pada umumnya, siang ini berakhir dengan foto2…

Hitungan ke tiga ya… siaaap… TIGA!!!

Foto Bareng Selepas HRP

Cuman yang kukenal disini hehehe ;)

Berdiri dari kiri: Anak MIPA, aku, Mas Ricky, Anak Mipa, Mas Amri, Mas Ropix a.k.a Pak Ketua, Om Dedi, Anak Mipa, Mas Adnan “Pak Kusir” Fauzi

Jongkok dari kiri: gak ada yang kenal hehehe… maaf…

dari tempat kejadian perkara, wisnu melaporkan…

May 27

udah pada tahu belom Hardy Release Party mau diadain…
baca nih:

Hardy Heron Release Party

Kutunggu dirimu disana yha ;)

May 17

malam itu, 26 November 2007…

Kota MadinahAdzan maghrib berkumandang kala bus yang kami tumpangi mampir di pangkalan bis perbatasan kota Madinah. Suaranya sayup-sayup terdengar lain. Sedikit pilu namun penuh semangat menghapus penat setelah 6 jam perjalanan dari Jeddah. Mentari masih terlihat sebagian, bersiap tuk beranjak pergi. Udara begitu dingin dan kering, sesaat terbayang sehari lalu, kala masih duduk cemas menanti keberangkatan di aula embarkasi bandara adi sumarmo…

Beberapa sopir bus menyapa dengan ramah kala kami berpapasan di tempat wudlu. Seolah-olah kami adalah saudara jauh yang telah lama mereka nantikan, mereka rindukan. Sekembalinya aku ke bus,nampak beberapa orang tergopoh-gopoh membagikan makanan ke bus kami. Spontan aku berlari mendekat dan mengulurkan kedua tanganku tuk membantu. Kulihat senyum di wajah mereka, senyum yang begitu ikhlas dan tak pernah kutemui sebelumnya.

Perjalanan berlanjut. Gerbang kota Medinah cukup ramai, sederetan panser dengan laras mengarah ke bus kami menampakkan kekeramatan kota ini.  Baliho raksasa bertuliskan “Moslem Only” mempertegas bagi siapapun yang datang, betapa suci tanah ini. Setelah melewati beberapa posko, jamal seorang berkebangsaan afrika naik ke bus. Dia ceritakan sedikit mengenai kota ini. Dan di tengah perjalanan, aku melihat pemandangan yang takkan terlupakan seumur hidupku. Menara-menara masjid nabawi nampak begitu putih dari kejauhan. Begitu cerah seolah disorot cahaya dari atas arsy yang agung.

###

Siang itu, entah udah  berapa lama aku di medinah. Beberapa kali aku ketemu jama’ah dari india, pakistan, dan sekitarnya. Mereka mengenakan jubah panjang dengan surban kecoklatan tebal menyelimuti bahu mereka. Belanja?? apa salahnya… ;)

Kuputuskan tuk jalan-jalan ke ruko di sekitar masjid. Setelah sebelumnya mampir ke taman segitiga, sebuah taman kota dengan rerumputan dan beberapa kursi taman lengkap dengan beberapa kipas yang menyemburkan udara lembab ke sekitar situ. Benar-benar nyaman…

Sambil melahap sandwich (berbagi ama orang pakistan) lalu segelas teh susu hangat, sungguh nikmat sekali. Belum lagi suasana Medinah yang begitu ramah, serasa pulang kampung saja.

Perjalanan berlanjut, kususuri lorong-lorong diantara gedung-gedung nan tinggi menjulang. Beberapa orang berpakaian gamis menyapaku dengan ramah sambil berkata “lihat dulu… lihat dulu…” jangan heran kalau bahasa Indonesia merupakan bahasa sehari-hari pedagang disini. Satu dua darinya menyempatkan diri menyalamiku, bahkan ada seorang yang merangkul lalu mencium pipi kanan kiri, tanda persahabatan… Disini, bendera merah-putih di jaket biruku jadi pertanda bagi orang-orang sini seolah-olah kata Indonesia berarti “teman lama”, “sahabat”, atau apalah istilah mereka. Dan di salah satu pertokoan seorang pedagang menjabat tanganku sambil tersenyum ceria, lalu menggenggam tanganku dengan kedua tangannya, dan menarikku ke dalam tokonya. “mari sini, lihat dulu” dengan logat yang sedikit aneh tapi lucu ;)

Orang itu menawarkan pakaian gamis padaku, beberapa tampak menarik, dan kurasa ukurannya pas. Tapi aku pikir-pikir, lalu beranjak pergi. Dengan senyum ceria yang tadi, dia berdiri di tengah-tengah pintu dan membentangkan kedua tangannya “nanti dulu, lihat lagi…” lucu juga orang ini pikirku. Lalu iseng-iseng kuulurkan tanganku menggelitiki kedua sisi badannya yang terbuka lebar… dia tertawa ringan, lalu kami berjabatan tangan dan aku melangkah keluar. Dia tanyakan namaku, namun harindra wisnu merupakan kata-kata yang cukup sulit baginya, jadi sampai sekarang dia tak mampu mengingatnya. Namun masih saja setiap kali aku lewat tokonya, kami saling tersenyum satu sama lain, bukan sekedar teman atau sahabat, kami sudah seperti saudara, meski tidak saling kenal ;)

Di ruko yang tak jauh dari situ, kutemukan kain yang kuinginkan, warnanya kecoklatan, cukup tebal dan lembut. Tanpa pikir panjang, kutanyakan harganya. Seorang penjaga toko menawarkan dengan harga 60 riyal. wow, lalu aku tawar, dan ternyata seorang penjaga yang lain mau menerima hanya dengan 35 riyal ;) mayan nih pikirku. langsung ganti kostum deh…

Sore itu, atau sore keesokan harinya (lupa) aku sedang menantikan adzan ashar di salah satu sisi masjid nabawi. Duduk di sebelahku seorang yang sudah cukup berumur, kira-kira 60-70an. Beliau menatapku dengan seksama… Bibirnya bergetar seolah ingin mengatakan sesuatu namun tertahan. Tiba-tiba dia meletakkan tangannya di kain yang barusan kubeli. Dengan tangan kirinya ia tarik perlahan, lalu diusapkannya ke pipi beliau. Kembali dielusnya kain itu dengan tangan kanannya. Sambil berkata “sauf… sauf…” aku g ngerti apa artinya, tapi ekspresinya menunjukkan kalo itu kain yang bagus, dan aku g salah pilih hehehe…

May 14

Kesan pertama, “KEREN BANGET!!!” (mungkin karena kecewa ama garapan di ACER) dan akhirnya acer jatuh ke tangan adik pertama… hehehe…

pertama install serasa dimanjakan dengan tampilan baru installasinya, biar nggak masuk live CD tetep bisa install dengan GUI yang menyenangkan… trus setelah jalan, install2 macem2 termasuk compiz dan avant windows manager… keren banget… desktop cube rotation bisa melontarkan windows2 yang kebuka keluar2 jadi seolah melayang gitu, trus avant window managernya icon2 kalo dikursor bakal kena spotlight & muter2 3D… keren bgt… trus di pidgin udah ada plugin musictracker jadi nggak perlu ndownload2 segala. ntar kalo ada apa2 lagi tak update deh…

mau lihat tampilannya, nih

My Desktop using Hardy Heron

hehehe, mau desktop kamu kayak gini… usaha dong… hehehe ;))

May 7

capek bo… lama berdiri, dan hari pertama udah rame bgt… AC jadi nggak begitu berasa disana. Make baju baru nih, seragam perang komunitas ubuntu-semarang yang baru didapat kemaren malem di exsanet banyumanik… beli baju dua ama pin satu, bisa bikin angka keberuntungan gitu, 123ribu rupiah hehehe… Ketemu mas ainul, saiful (anaknya mas ainul) kuajak muter2 jalan2 manut wae, aku tawarin es krim nggak mau, dia jawab “nggak boleh umi, batuk..” dengan polosnya, eh begitu ketemu abinya, malah ngrengek2 minta eskrim… hehehe namanya juga anak2

nih liat foto keren dua orang ubuntero sejati…
Foto bersama mas Ainul
thanks to

  • mas ainul yang udh nemenin aku foto, jadi keliatan langsing ;)
  • mas indra A.K.A Happynet yang udh motoin pake kameranya
  • forsa tentunya yang udah ngasi kesempatan nampang di standnya
  • ubuntu-semarang yang ngasi aku mandat sebagai koordinator buat jalan2 ke pameran ini (ini sih bukan mandat, tapi kutukan…)
  • mas slamet, biar telat n langsung ngilang, tapi udah dateng
  • saifullah (lupa nama panjangnya) hari ini hampa tanpamu hehehe
  • udah kali yaw… ntar lagi